Organizing

The Power of “Putting in its place”

Setelah mendalami proses berbenah dan beres-beres rumah ala KonMari, saya semakin sadar bahwa selama ini saya benar-benar kacau dalam menempatkan banyak barang. Barang-barang dapur kadang ada di ruang keluarga, barang yang harusnya berada di kamar mandi malah ada di tempat tidur, dan barang-barang lain yang diletakkan tidak pada tempatnya. Kebiasaan buruk yang melekat itu memang sulit untuk diubah. Namun, saya bertekad untuk mengikuti metode Marie Kondo yakni dengan menyimpan semua barang pada tempatnya.

Memang sulit memulai kebiasaan yang baru ini. Tapi saya bertekad, demi sebuah rumah yang rapi dan “spark joy”, saya harus senantiasa mengingatkan diri saya sendiri berulang kali untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya; putting in it’s place.

New Habitย  Needs Repetitions

Setelah mencoba Konmari Method Step 1, saya merasa sangat jauh lebih baik dalam menata barang-barang. Tapi satu hal yang paling penting dalam menerapkan sebuah kebiasaan baru, yakni melakukannya berulang-ulang alias repetisi. Teman-teman tentu tahu kan kenapa harus diulang-ulang? Ya, kebiasaan baru butuh diulang berkali-kali, lagi dan lagi, terus-menerus agar bisa menjadi terbiasa dalam keseharian kita.

Kata Kuncinya adalah “pada tempatnya”

Saat kita ingin merapikan barang-barang di rumah, kuncinya hanya satu yakni meletakkan “pada tempatnya”. Bukan hanya menyingkirkannya agar tidak menghalangi jalan. Bukan pula menumpuknya pada satu tempat agar tidak memenuhi ruangan yang sedang ingin dipakai. Tapi yang benar adalah meletakkan semua barang pada tempatnya masing-masing sehingga tidak ada satu pun yang berantakan dan tidak akan ada lagi kejadian “mencari bros yang hilang”. ๐Ÿ˜€ #pengalamanpribadi

It’s Just That Simple

Ya, hanya meletakkan pada tempatnya, sesederhana itu, it’s just that simple, temans. ๐Ÿ˜‰ Kita tidak perlu membeli lemari baru atau drawer baru. Yang kita perlukan hanyalah meletakkan semua barang pada tempatnya sendiri-sendiri dan tidak mengganggu “ruang” bagi barang-barang lainnya.

Saya pun sampai saat ini masih dalam proses pembiasaan diri untuk “putting on it’s place”, tapi baru melakukannya beberapa minggu saja sudah menjadikan rumah saya begitu nyaman untuk dipandang. Kuncinya adalah jangan menunda untuk mengembalikan barang pada tempatnya dan lakukan pembiasaan terus-menerus. Maka, insyaAllah hal itu akan menjadi kebiasaan yang melekat sehingga rumah kita menjadi nyaman dan kita pun tidak bingung lagi mencari barang yang dibutuhkan. So, tertarik mencoba? Atau punya pengalaman pribadi yang menarik soal ini? Share di kolom komentar ya… ๐Ÿ˜‰

Image source : amazon .com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *