Stuff I Love

One Day One Juz, Bukan Sekadar Tilawah Al Qur’an

Beberapa bulan lalu, saya diajak seorang teman untuk bergabung di sebuah komunitas pembaca Al Qur’an yang sudah sangat terkenal di Indonesia, yakni ODOJ. Sekilas, sebenarnya saya skeptis, `Buat apa sih tilawah Qur’an pake dilaporin segala? Kan Allah Yang Maha tahu amalan kita,` batin saya waktu itu.

Tapi, selemah-lemahnya iman saya, ada secercah keinginan untuk bergabung. Saya pikir mungkin awalnya memang harus memaksakan diri terlebih dahulu dalam membuat sebuah kebiasaan yang baru. Well, you know, sejak punya bayi saya hanya terbiasa membaca beberapa halaman Qur’an saja dalam sehari. Bahkan ada kalanya di hari yang hectic dan sibuk, saya tidak sempat membaca satu halaman pun! Oh bad me 🙁

Nah, ternyata bergabung di sebuah grup ODOJ (One Day One Juz) itu juga bagaikan mencari tempat tinggal atau rumah baru. Butuh sedikit petualangan agar kita merasa nyaman di sana. Awalnya saya bergabung di grup ODOJ STAR, dimana para membernya memiliki kelonggaran untuk membaca Al Qur’an seberapa pun mereka mampu. But, saya tidak lama berada di grup ini. Why? Jawabannya di kalimat pertama paragraf ini, bahwa saya butuh sebuah grup WA layaknya sebuah rumah. It’s about comfort.

Saya sempat bergabung di satu grup lainnya, namun saya pun jua tak merasakan `klik` di sana. Akhirnya saya terpikirkan seorang sahabat yang belum lama memposting sebuah foto kopdarnya bersama sebuah grup ODOJ. Eureka! Alhamdulillah akhirnya saya tergabung dalam sebuah grup ODOJ yang super! Kenapa super? Rata-rata membernya kholas (selesai) selalu di awal waktu dan bahkan ada sebagian member yang tilawahnya 2 juz per hari! *glek* #makjleb

Saya begitu penasaran mengapa mereka bisa seperti itu, padahal mereka juga memiliki balita sama seperti saya. Tapi kok saya selalu riweh dengan anak-anak dan selalu punya alasan untuk tak punya waktu.

Nah, alhamdulillah di grup ODOJ yang saya ikuti ada semacam sharing session yang membuat kita kenal lebih dekat satu sama lain. Plus juga tips-tips khusus dari masing-masing member bagaimana mereka mengatur waktunya agar kholas di awal waktu.

Anyway, komunitas ODOJ ini sendiri ternyata sudah terbentuk sejak tahun 2010 lalu lho! Berawal dari sekelompok alumni mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya yang mengembangkan metode ini dengan menggunakan aplikasi WhatsApp dan BBM. Lalu menyebar, dan meluas hingga ke seluruh penjuru negeri. Saya pun sebenarnya juga sudah mengetahui ODOJ ini sejak 2013 lalu, namun saya baru `tersentil` sekarang hahaha.

Hikmah yang saya rasakan sejak bergabung di ODOJ adalah saya jadi lebih bisa `ngerem` kalo emosi. Apalagi menghadapi hari-hari bersama anak-anak yang selalu bermain tak kenal lelah 😀 InsyaAllah kalo udah tilawah hati jadi adeeeem deh. 😉

Selain itu, saya juga merasa bahwa tilawah 1 juz itu seperti kita berolahraga. Contohnya olahraga yang ringan saja, jalan kaki. Tapi jalan kaki itu baru bisa dinamakan olahraga jika durasinya mencapai setidaknya 30 menit. Nah, tilawah Qur’an di ODOJ ini juga begitu yang saya rasakan. Kalau kita membaca Al Qur’an 1 Juz atau lebih dalam sehari, itu menjadi therapy tersendiri buat kita.

Pengalaman sebulan pertama di grup ODOJ, saya merasa dikejar-kejar setan hutang! Gimana nggak? Saya selalu dijapri, sudah kholas atau belum? Bagaimana progress tilawahnya? x_x Jujur aja waktu itu saya agak kelimpungan mengejar target tilawah. Tapi, seiring berjalannya waktu, seiring dengan terbentuknya sebuah kebiasaan, akhirnya saya mengerti. Bahwa memang tilawah 1 Juz itu butuh waktu, tidak bisa instan. Bahwa kita memang harus memposkan waktu khusus untuk Al Qur’an setiap harinya.

Kalo lagi kendur semangat, saya baca lagi Hadits Rasulullah SAW:

“Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya ia akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya di hari kiamat”
(H.R Muslim)

Subhanallah… semangat lagi deh kalo baca hadits itu. Nggak tergambarkan rasanya jika nanti di hari kiamat Al Qur’an datang memberi syafa’at untuk kita.

Nah, buat teman-teman yang belum bergabung, semoga dimudahkan oleh Allah untuk bergabung di komunitas ODOJ. InsyaAllah nggak akan menyesal. Kalaupun menyesal, pasti seperti saya, menyesal…kenapa saya tidak bergabung sejak dulu. ^_^

Image Source http://islamicity.org

2 thoughts on “One Day One Juz, Bukan Sekadar Tilawah Al Qur’an

  1. kakak iparku ikut odoj udah lama, dia sekarang bagian tukang tagih teman2 di grupnya hehe

    aku masih ngaji sendiri tiap abis maghrib mbak, belum bisa ditarget gitu, semoga suatu hari bisa yaaa

    1. Wah, hehe, saya juga awalnya gitu Mba, tapi lama-lama dikomporin terus akhirnya bismillah ikutan. InsyaAllah bisa Mba, semangaaat! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *