Parenting, Syifana

Menerapkan Komunikasi Produktif ala IIP

Setelah libur lumayan lama (kurang lebih satu bulan), akhirnya perkuliahan Institut Ibu Profesional kembali dimulai. Dari Matrikulasi menuju Kelas Bunda Sayang yang materinya konon akan lebih nendang dan lebih keren dari sebelumnya. Alhamdulillah di kelas baru ini saya dimentori oleh The Double Ri, yakni Mbak Rima dan Mbak Rina yang sangat sabar, telaten, dan keren dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kami di forum diskusi WhatsApp.

Nah, jika dulu di Kelas Matrikulasi kami diberikan tugas bernama NHW atau Nice HomeWork, maka kali ini tugas yang diberikan dinamai “Game Kelas Bunda Sayang”. Yup, semacam permainan agar kami semua bersemangat dalam menjalankannya. Salah satu syarat untuk mengikuti game ini adalah blogging. Bagi saya blog bukanlah hal baru lagi, namun bagi banyak teman-teman sekelas saya, blog masih begitu asing dan awam buat mereka.

Tapi teman-teman, ternyata tantangan blogging belum seberapa. The true challenge-nya adalah kami harus menuliskan pengalaman tentang game yang diberikan ke dalam blog pribadi masing-masing. Bukan hanya sekali, dua kali, atau tiga kali, tapi sepuluh hari berturut-turut dengan satu postingan setiap harinya. Wow! Seems everyone is a writer now! Saya semakin interested dan bersemangat!

Tantangan pertama ini adalah mengenai Komunikasi Produktif. Well, seperti yang kita ketahui komunikasi merupakan awal terjadinya sebuah interaksi di antara kita. Komunikasi yang produktif tentunya sangat diperlukan terutama untuk proses tumbuh kembang anak. Selain itu, menjaga komunikasi yang produktif pada pasangan juga tak kalah penting. Karena komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan yang baik.

Ada belasan poin yang terkait dengan materi Komunikasi Produktif (soal ini akan saya bahas di lain waktu). Dan dari banyak poin yang dijabarkan, di game hari pertama ini saya memutuskan untuk mencoba poin “Memberi Pilihan”. Saya menerapkan ini pada anak sulung saya Syifana yang masih berusia empat tahun.

Hari ini kami mengunjungi salah satu playground gratisan menarik di seputar tempat tinggal kami. Sejak usia satu tahun, Syifana sangat menyukai aktivitas outdoor yang menuntutnya untuk banyak bergerak. Maka, saat diajak bermain ke playground, dia langsung bersemangat untuk mandi pagi! Lalu, seperti yang biasa saya lakukan, saya akan bertanya padanya untuk pilihan outfit-nya hari ini. Jika sebelumnya saya melakukannya biasa-biasa saja, maka kali ini dengan tambahan materi Komunikasi Produktif, saya bertanya padanya dengan lebih menatap matanya, menghadap padanya, dan bersuara lebih ramah dari biasanya.

“Syifana mau pakai baju yang mana, nak?”

“Hmm…” (langsung menuju drawer dan memilih baju dan celananya sendiri)

“Yang ini bunda!”, dengan wajah cerianya menunjukkan pilihannya pada saya.

Syifana memang pemilih. Dan saat ia telah memutuskan pilihannya, biasanya tidak bisa saya ubah lagi. She’s little stubborn. 😀 But, as we know, every leader in this world is stubborn, right? Seperti kata Pak Harry Santosa saat Wisuda IIP beberapa waktu lalu, keras kepala itu baik. 😉

Di sebuah playground yang kami kunjungi hari ini, saat telah satu jam lebih bermain, saya mulai mengajak Syifana untuk menghentikan aktivitas bermainnya.

“Kak…udahan yuk mainnya.”

“Nggak!” Dia langsung menjawab dengan sigapnya. Jika dia masih tegas menjawab dan masih antusias bermain, itu tandanya dia masih belum puas. Maka saya memberinya waktu tambahan untuk bermain.

“Oke Kak, sepuluh menit lagi ya” 😉

“Oke bunda…”

Saat sudah sepuluh menit, biasanya dia hampir bisa saya pastikan mau menambah lagi waktu bermainnya. Tapi, saya sudah menyiapkan pilihan untuknya kali ini.

“Syifana, udahan yuk sayang.”

“Belom bunda…”

“Hmm… oke deh dua menit lagi ya.”

Saya sengaja mengulur waktu agar ia merasa diberi kesempatan lebih untuk bermain, lalu saat saya memintanya berhenti, maka ia akan sulit menolaknya. Lalu saya mengeluarkan kalimat pamungkas.

“Syifana masih mau main apa ikut bunda ke Farmers Mar*** liat ikan…?”

Matanya langsung memutar, sekilas berpikir, lalu melompat dari ayunan.

“Ayuk ayuk!”

It works… Yeaaaaaay! #jogedjoged

Sebenarnya saya sudah cukup sering menerapkan metode “Memberi Pilihan” ini. Tapi, setelah menerima materi tentang Komunikasi Produktif, ternyata masih banyak PR buat saya pribadi untuk memperbaiki teknik komunikasi saya selama ini; intonasi suara, pilihan kata-kata, mimik, gesture, serta fokus eye to eye contact. Betapa selama ini saya kurang memperhatikan hal-hal kecil terkait dengan metode berkomunikasi. Alhamdulillah ilmu pertama di kelas Bunda Sayang IIP benar-benar membantu saya.

Semoga saya bisa lanjut ke tantangan berikutnya dengan teknik komunikasi yang lebih baik lagi. InsyaAllah…

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

1 thought on “Menerapkan Komunikasi Produktif ala IIP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *