Healthy Living

Demam Itu Baik

Umumnya yang terjadi, jika anak kita demam kita cepat-cepat memberinya obat penurun panas. Ya kan? Kita takut jika tidak diberi obat maka suhunya semakin meninggi maka akan terjadi kejang demam. Itu pulalah yang saya yakini sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Sebenarnya, demam itu baik lho! Ia diperlukan sebagai mekanisme pertahanan tubuh dalam menyerang virus penyebab infeksi. Demam bukan pula penyakit, melainkan sebuah “alarm” untuk menunjukkan ada sesuatu yang sedang terjadi pada tubuh kita.

Berikut ini fakta-fakta di balik demam yang wajib kita tahu:

  • Demam adalah jika suhu tubuh >38,5 derajat Celsius dalam waktu minimal 24 jam
  • Umumnya, demam tidak berbahaya
  • Tingginya demam bukan berarti penyakitnya semakin parah
  • Penyebab utama demam pada anak biasanya berupa infeksi, terutama infeksi virus.
  • Virus subur berkembang biak pada suhu rendah! Sebaliknya, virus akan mati pada suhu tinggi.
  • Pemberian obat golongan paracetamol bukanlah untuk menurunkan suhu tubuh, melainkan agar anak merasa nyaman (pain killer)

Don’t be Panic!

Jika anak kita demam, jangan panik dulu, lakukan hal ini :

  • Amati perilaku anak kita, apakah ia masih aktif atau malah lemah dan lesu. Jika ia masih aktif bermain, maka Anda tidak perlu panik.
  • Cegah dehidrasi dengan minum, minum, dan minum. Karena hal yang berbahaya dari demam bukan demam itu sendiri, tapi dehidrasi yang ditimbulkannya.
  • Bila sering muntah atau diare, beri minuman elektrolit (oralit)
  • Jangan beri penurun panas bila demam tak tinggi.
  • Jangan berikan dua macam obat penurun panas karena risiko efek samping akan meningkat

Kondisi yang Harus Diwaspadai

Jika anak Anda memiliki salah satu tanda di bawah ini, maka segera bawa ke dokter.

  • Bila bayi usia: kurang dari 3 bulan dengan suhu lebih dari 38 derajat celsius, 3-6 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 38,5 derajat celsius, serta bayi dan anak usia >6 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius.
  • Tidak mau minum atau sudah terjadi dehidrasi
  • Terus menerus menangis dan tidak dapat ditenangkan
  • Tidur terus-menerus, lemas, dan sulit dibangunkan.
  • Kejang
  • Kaku kuduk leher
  • Sesak napas, gelisah.
  • Muntah & diare
  • Sakit kepala hebat

Alhamdulillah setelah tahu ilmu tentang demam dan bahwa sebenarnya demam itu baik, maka saya tidak panik lagi. Saya hanya harus senantiasa memantau suhu tubuh anak saya dan memperhatikan apakah dia masih aktif bermain atau tidak. Dan satu lagi yang tak kalah penting, yakni memastikan ia meminum banyak cairan sehingga tidak dehidrasi.

Special thanks for my lovely pediatricians, dr. Endah Citraresmi & dr. Arifianto (Apin). You’re stunning!

Referensi tulisan http://bijak-antibiotik.com

ImageSource : Parents.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *