Elsulaiman Family, Parenting, Syifana

“Bunda, Aku Mau Jual Boneka!”

Saat weekend, biasanya kami mengisi kegiatan anak-anak dengan mengajak mereka keluar rumah. Kebetulan weekend ini kami ada agenda seminar dengan teman-teman dari KonMari Indonesia. Mau tak mau, anak-anak harus tetap diakomodir segala kebutuhannya walau kami sedang ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Anak-anak membawa peralatan tempurnya seperti buku-buku, mainan, serta benda yang bisa mereka bawa untuk beraktivitas selama agenda berlangsung.

Walau aktivitas padat, saya tetap berusaha semaksimal mungkin menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan anak-anak secara itens; merespon, menjawab pertanyaan, dan mengajak mereka mengobrol tentang beberapa topik. Termasuk sebuah momen kecil saat makan bersama.

Pada saat makan malam saya mulai melanjutkan diskusi tentang bagaimana cara memenuhi kebutuhan dan keinginan. Saya berusaha memahamkan konsep jual beli secara sederhana, sehingga Syifana akhirnya paham, bahwa kita bisa mendapatkan uang dengan menjual suatu produk yang dibuat sendiri.

Bunda : “Syifana mau gak jualan? Nanti Kakak bisa dapet duit” 😉

Syifana : “Mmm…” (dia masih terlihat belum mengerti)

B : “Gini, misalnya kita bikin sesuatu, nanti bisa dijual ke temen-temen sekolah Kakak. Nah, kira-kira Kakak pengen bikin apa…”

Syifana terlihat berpikir sejenak, lalu menemukan idenya.

S : “Aku mau jual boneka!”

Saya terkejut sekaligus senang dengan ide itu. Terkejut karena saya tidak berpikir sampai sejauh itu akan membuat kerajinan tangan sendiri dan membuatnya 😀 Saya pikir, kami hanya akan membuat makanan sederhana, memasak bersama lalu dijual, tapi Syifana punya pemikiran yang berbeda.

Sang Ayah yang ikut dalam percakapan pun mendukung, “Nanti bisa Kakak jual lho ke temen-temen di sekolah…”

Syifana mulai bersemangat dan matanya berbinar-binar ceria.

B : “Memang Kakak mau jual boneka yang kayak gimana?”

S : “Itu…yang diisi kapas, trus dibentuk jadi bonekaaaa”

Mungkin ia sedang menerbangkan imajinasinya sejauh bintang di langit. Saya pun menyambutnya.

B : “Wah, bisa tuh Kak, nanti kita beli kain perca sama kapas, trus dibentuk deh. Ntar bisa kita kasih mata, trus aksesoris lainnya juga bisa Kakak pake buat hias bonekanya. Gimana?”

S : “Yeaaaaay!” ujarnya bersemangat.

B : “Trus, mau Kakak jual berapa harga bonekanya?”

S : “Enam ribuuuu”

Saya tertawa riang mendengar jawabannya yang polos. Kami pun mendiskusikannya lebih jauh dan mulai mengarahkan pembicaraan agar Syifana kelak mampu menjadi bijak saat mendapatkan uang, apakah mau dibelanjakan atau ditabung. Saya juga menjelaskan, untuk mendapat sebuah keinginan, Syifana bisa memperolehnya dari menabung sedikit demi sedikit hingga nanti uangnya terkumpul menjadi banyak.

Saya masih memiliki banyak PR dalam menjelaskan konsep dan makna luas dari “kebutuhan dan keinginan”, serta memahamkan apa itu kecerdasan finansial bagi anak-anak. Semoga di hari-hari ke depan saya mampu mengkomunikasikanya dengan baik, dan mengerjakan tantangan ini dengan penuh semangat.

 

#Day2

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *